Ular dan reptil Observatin whit Kempala UT jakarta
Reptile Observation merupakan kegiatan sesi pertama dalam rangkaian Reptile Observation and Basic photography Kempala UT Jakarta, Sabtu, 04 Juli 2015, di TMII-Jakarta.
Di pandu salah seorang Guide Taman Reptilia dan Museum Komodo TMII, kami menyimak dan banyak bertanya tentang koleksi reptil hidup di lokasi tersebut.
Kegiatan kepencitaalaman tidak terlepas dari alam dan fauna yang terdapat didalamnya. Pengetahuan mengenai hewan Reptilia pada khususnya merupakan pengetahuan dasar yang harus di miliki pegiat alam.
Atas dasar inilah kegiatan ini di adakan agar menambah wawasan mengenai reptil meski bukan pada habitatnya langsung namun cukup sebagai bekal untuk melakukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengambil sikap, menangani, antisipasi reptil di hutan dan lokasi kegiatan alam bebas lainnya, terutama pada reptil yang kebetulan dapat membahayakan.
Pada Reptile Observation kali ini kita akan lebih banyak membahas mengenai hewan reptilia yaitu Ular. Karena indonesia kaya akan Alamnya dan ular di indonesia banyak sekali.
Ular biasa tinggal di daerah yang sama dengan warna kulitnya, kecuali ular air.
Ular bisa kita jumpai di tempat yang lembab, bebatuan,lubang-lubang tanah,di bawah serasah daun-daun, rumpun bambu, dan semak-semak yang dekat dengan air yang tenang.
Kita harus memperhatikan lokasi-lokasi tersebut bila sedang berkegiatan di alam bebas
ular tidak akan menyerang manusia , bila dia tidak diganggu. Pada umunya orang menganggap semua ular berbahaya. Dan bila bertemu akan selalu ingin berusaha membunuhnya. Jangan langsung sembarang membunuh ular. Karena ular penting untuk keseimbangan ekosistem di alam.
Dengan mengenal jenis-jenis ular kita akan mudah mengatasi gangguan-gangguan dari ular. Tapi kita harus menganggap bahwa semua ular berbisa, agar kita tetap waspada dan berhati-hati bila bertemu dengan ular. Karena sejinak-jinaknya hewan buas ada waktunya ia untuk menyerang.
Bahaya yang ditimbulkan ular yaitu gigitan, dan lilitan serta bahaya sampingan misalnya terkejut.
Efek terkejut bisa menyebabkan ular memberikan reaksi melawan bahkan mematuk dan menggigit untuk mempertahankan diri pada sesuatu yang mengejutkannya.
Maka, jangan dekati ular yang berada dalam posisi stand by atau menyerupai huruf 's' dg leher tegak dan tanpa pergerakan/diam. Jangan membuat gerakan tiba-tiba.
Mengingat Kempala lebih sering berkegiatan di pulau jawa, Berikut ini adalah 12 jenis ular darat berbisa yang bisa kita temui bila berkegiatan alam bebas di pulau Jawa.
sebagian besar koleksi ular hidup ini ada di Taman Reptilia dan Museum Komodo,TMII.
Familia Elapidae (8 jenis)Familia Viperidae (1 jenis)Familia Crotalidae (3 jenis)
Kobra (Naja naja sputatrik),
King kobra (Ophiopagus hannah),
Welang (Bungaarus fasciatus),
Weling (Bungarus candidus),
Warakas (Bungarus javanicus),
Weling merah (B.flaviceps),
Cabai kecil (Maticora intestinalis),
Cabai besar (M. bivirgata),
Bandotan puspo (Vipera russelli),
Bandotan bedor (Agkistrodon rhodostama),
Trunobamban/ular hijau ekor merah (Trimeresurus popeorum),
Bandotan kayu (Trimeresurus puniceus)
King kobra (Ophiopagus hannah),
Welang (Bungaarus fasciatus),
Weling (Bungarus candidus),
Warakas (Bungarus javanicus),
Weling merah (B.flaviceps),
Cabai kecil (Maticora intestinalis),
Cabai besar (M. bivirgata),
Bandotan puspo (Vipera russelli),
Bandotan bedor (Agkistrodon rhodostama),
Trunobamban/ular hijau ekor merah (Trimeresurus popeorum),
Bandotan kayu (Trimeresurus puniceus)
ditambah satu dari familia Colubridae yang akibat patukannya mempunyai tanda - tanda seperti bisa hemotoksin yaitu ular pudak bromo (Natrix subminiata)
ular-ular berbisa rendah sebagian masuk kedalam familia Colubridae:
Ular tali wangsa/ cincin emas (Boiga dendrophyla),
Ular bajing (Boiga cynodon),
Ular air/bandotan tutul (Natrik piscator),
Ular air segitiga (Natrik trianguligera),
Ular lareangon (Natrik vittata),
Ular gadung (Dryopis prasinus),
Ular duwel/U.lumpur (Enhydris plumbea),
Ular buhu (Homalopsis buccata),
Ular tali wangsa/ cincin emas (Boiga dendrophyla),
Ular bajing (Boiga cynodon),
Ular air/bandotan tutul (Natrik piscator),
Ular air segitiga (Natrik trianguligera),
Ular lareangon (Natrik vittata),
Ular gadung (Dryopis prasinus),
Ular duwel/U.lumpur (Enhydris plumbea),
Ular buhu (Homalopsis buccata),
Ular-ular yang tidak berbisa :
Ular kisi (Typhlop braminus),
Ular kepala dua (Cylindrophis rufus),
Ular pelangi (Xenopheltis unicolor),
Ular tali picis/ tampar (Ahaetula picta),
Ular kayu/U.jangan (Ptyas korros),
Ular dumung macan (Ptyas mucosus),
Ular puspo ndalu/u. Kopi (Elaphe flavolineata),
Ular trawang (Elaphe radiata),
Ular gadung luwuk (Elaphe oxycephala),
Uar treweng (Lycodon aulicus),
Ular kisi (Typhlop braminus),
Ular kepala dua (Cylindrophis rufus),
Ular pelangi (Xenopheltis unicolor),
Ular tali picis/ tampar (Ahaetula picta),
Ular kayu/U.jangan (Ptyas korros),
Ular dumung macan (Ptyas mucosus),
Ular puspo ndalu/u. Kopi (Elaphe flavolineata),
Ular trawang (Elaphe radiata),
Ular gadung luwuk (Elaphe oxycephala),
Uar treweng (Lycodon aulicus),
Familia Boidae anatara lain :
Sanca kembang/sawa kembang (Phyton reticulatus),
Sanca sawah/sawa cinde (Phyton morulus),
Sanca kembang/sawa kembang (Phyton reticulatus),
Sanca sawah/sawa cinde (Phyton morulus),
Penangulangan bila bertemu dan di gigit ular.
Sebagai Anggota Kempala, kita harus membiasakan diri melihat ular atau mempelajarinya, sehingga akan tahu persis gejala-gejala yang ditimbulkan akibat gigitan ular.
Tenang dan jangan banyak bergerak bila bertemu ular. Jangan panik.
Bila kita berkemah menabur garam di area perkemahan hanya mematikan hewan molusca/ berlendir seperti pacet/siput namun tidak bagi ular.
Ular sangat peka dengan bau minyak tanah atau bensin. Kita bisa menggantinya dengan karbol atau menebar kapur barus. Atau berkemahlah di area hutan pinus. Aroma khas hutan pinus kurang di sukai ular.
Ular sangat takut dengan binatang yang berkuku tajam (kucing, musang), bila di rumah ada kucing, ia akan bisa membantu kita mengamankan rumah.
Bila berjalan di malam hari dalam hutan, bawa lentera,obor, atau penerangan lainnya, terutama pada bulan purnama karena pada waktu itu ular biasanya keluar untuk mencari jodoh.
Pakai perlengkapan sesuai safety prosedur di hutan/alam. Baju dan tangan lengan panjang, kaus kaki, sepatu trekking panjang/boots, topi. U/ menghindari gigitan langsung ular pada kulit kita.
Namun Bila sampai digigit ular, yang kita bisa lakukan adalah :Bila sampai digigit ular, yang kita bisa lakukan adalah :
-Usahakan melihat ular yang menggigitnya, agar bisa menentukan ular tersebut berbisa atau tidak. karena berhubungan dengan obat/serum u/ gigitan ular nantinya.
-Kalau berbisa atau ragu-ragu berbisa atau tidak, usaha darurat yang harus segera dilakukan adalah :
a.Atasi bahaya psikis korban, karena kepanikan akan mempercepat peredaran darah dan menurunkan daya tahan tubuh.
b.Jika mempunyai Snake bit kit, gunakan sesuai petunjuk.
c.Jika tidak, lakukan pertolongan pertama, ikat pergelangan kaki atau tangan di atas ruas yang terpatuk untuk memperlambat persebaran racun lewat darah, di daerah yang dekat jantung dan pada luka diberi air hangat.
Cara mengikat dengan tali pipih dan usahakan setiap kurang lebih 15 menit, tali tadi dibuka beberapa saat, untuk menjaga peredaran darah.
Cara mengikat dengan tali pipih dan usahakan setiap kurang lebih 15 menit, tali tadi dibuka beberapa saat, untuk menjaga peredaran darah.
d.Usahakan darah keluar secukupnya lewat luka gigitan hingga keluar buih darah yang berwarna agak kehitam-hitaman, bila tidak, maka buat luka baru di daerah sekitar gigitan dengan lebar secukupnya.
e.Hisap luka yang ada dengan alat (di kop). Jangan sampai menyedot racun lewat mulut!
f.Jangan menggunakan alkohol karena alkohol dapat mempercepat peredaran darah
g.Cepat dibawa ke Rumah Sakit.
h.Jika memungkinkan dan tidak mengabaikan prioritas penanganan terhadap korban, kalau bisa tangkap ular yang mematuk tadi dalam keadaan mati, kemudian ambil empedunya dan telan. Atau dengan menempelkan katak pada luka bekas patukan (LIPI, 2000)Ingat,jangan bunuh ular sembarangan. Di usir pun ular bisa dengan mudah untuk pergi.
Bila harus terpaksa menangkap ular untuk alasan tertentu,yang perlu diperhatikan adalah :
1.Mental, kecepatan, ketepatan.
2.Usahakan ular ditangkap di bagian ekor dan kemudian langsung diangkat. Usahakan kepala jauh dari tubuh kita. Dan dibawa ke tanah lapang.
3.Ambil kayu, tekan kepala atau tutup kepalanya dengan kain, sarung atau jaket, kemudian pelan-pelan pegang daerah tengkuknya dengan tangan.
4.Untuk ular phyton, perhatikan lilitan yang dibuatnya. Usahakan lilitannya jangan sampai leher atau kedua kaki. Usahaka kaki tetap dapat berdiri tegak dan bebas bergerak.
Namun bila harus memakan Ular karena Survival. Berikut cara memanfaatkan ular untuk bertahan hidup.
Yang kita harus lakukan adalah potong dan buang bagian kepalanya sampai leher dan bagian ekor sampai kira-kira 2 cm di atas dubur. Lalu olah untuk di masak hingga dapat dimakan.
Inilah ilmu yang kami dapat dari Reptile Observation kali ini.
Simak materi Basic Photography di ulasan selanjutnya.
Jaya kempala!
By: Yusi
Narasumber: Guide Taman Reptilia dan Museum komodo, TMII.
Narasumber: Guide Taman Reptilia dan Museum komodo, TMII.